Papua : Semua hal yang di rasakan oleh papua kau takan pernah tauh seperti apa jalan ceritanya hingga kau hanya bisa menebak seperti apa jadinya, dengan yang terjadi di depan matamu kau mereka-reka bahkan menambah dengan egois'mu kata yang tidak manusiawi hati nurani'mu telah berpaling dimanakah dikau dulu dikenang dan menjadi panutan bagi adik-adikmu kala kau masi berkuliah hai manusia yang wajahmu jelas kami ingat sunggu sangat berseblahan dengan wajah aslihmu yang dulu, apakah kau melupakan kami. kami mohon jangan dengan tulisan yang kami baca lewat google terpampang jelas namamu apakah itu kamu tolong lihatlah jelas gambar yang aku naikan ini, apakah ini buhkan wajahmu atau wajamereka yang kau lihat dan tak'adakah arti bagimu apakah memang sampai sebegitunya dikau pada keluargamu sugguh sangat disayangkan kau manusia penjilat yang bermata dua, ketikah aku melihat namau aku merasa bersedih hati karena kau sangat menyakitkan hati kami sebagai adik-adik yang akan selau menjadi adik namun ingat saudaraku aku adik namun aku kaka di mata papua karena aku tak pernah menjual harga diriku dengan sesendok nasi yang kau jalan cari sampe di jakarta kamai tau dimana engkau namun untuk apah kami mau marah namu suda biarkanlah suda mungkin akau anak dari luar papua yang dititipkan sementara di papua seperti begitu dan ingat kaka semua tulisan'mu menjadikan adik semakin percaya bahwa kau adalah pengiyanat bangsa akau dan seluru orang papua akan menungguh'mu
.............Semoga roh jiwa dan tubuh'mu selalu tenang disaat tidur waktu malam'mu............
"Salam dari kota perantauan"
